Kalkulator Rasio Luas Lantai (FAR) | Alat Kepadatan Bangunan
Hitung Rasio Luas Lantai (FAR) dengan membagi total luas bangunan dengan luas lahan. Penting untuk perencanaan kota, kepatuhan zonasi, dan proyek pengembangan real estat.
Kalkulator Rasio Luas Bangunan (FAR)
Jumlah semua luas lantai di bangunan(kaki persegi atau meter persegi, gunakan satuan yang sama untuk kedua input)
Total luas dari plot tanah(kaki persegi atau meter persegi, gunakan satuan yang sama untuk kedua input)
Hasil Perhitungan
Rasio Luas Bangunan (FAR)
—
Rumus Perhitungan
Representasi Visual
Visualisasi ini menunjukkan hubungan antara luas bangunan dan luas tanah
Dokumentasi
Rasio Luas Lantai (FAR) Calculator
Pendahuluan
Rasio Luas Lantai (FAR) adalah metrik penting dalam perencanaan kota dan pengembangan real estat yang mengukur hubungan antara total luas lantai bangunan dan ukuran plot tanah tempat bangunan tersebut dibangun. Kalkulator Rasio Luas Lantai ini menyediakan cara yang sederhana dan akurat untuk menentukan FAR untuk proyek bangunan apa pun dengan membagi total luas lantai dengan luas plot. Memahami FAR sangat penting bagi pengembang, arsitek, perencana kota, dan pemilik properti karena berdampak langsung pada apa yang dapat dibangun di atas sebidang tanah tertentu dan membantu memastikan kepatuhan terhadap peraturan zonasi dan kode bangunan setempat.
FAR berfungsi sebagai mekanisme kontrol dasar dalam pengembangan perkotaan, membantu pemerintah kota mengelola kepadatan, mencegah kepadatan berlebih, dan mempertahankan karakter lingkungan. Apakah Anda merencanakan proyek konstruksi baru, mengevaluasi properti yang ada, atau hanya mencoba memahami persyaratan zonasi, kalkulator FAR kami menawarkan solusi yang langsung untuk perhitungan yang cepat dan akurat.
Rumus/Perhitungan
Rasio Luas Lantai dihitung menggunakan rumus matematis yang sederhana:
Di mana:
- Total Luas Bangunan adalah jumlah luas lantai dari semua tingkat bangunan (diukur dalam kaki persegi atau meter persegi)
- Luas Plot adalah total area dari parsel tanah (diukur dalam satuan yang sama dengan luas bangunan)
Sebagai contoh, jika sebuah bangunan memiliki total luas lantai 20.000 kaki persegi dan terletak di atas plot tanah seluas 10.000 kaki persegi, maka FAR-nya adalah:
Ini berarti total luas lantai bangunan adalah dua kali ukuran luas plot.
Pertimbangan Penting
-
Satuan yang Konsisten: Baik luas bangunan maupun luas plot harus diukur dalam satuan yang sama (baik kaki persegi atau meter persegi).
-
Perhitungan Luas Bangunan: Total luas bangunan biasanya mencakup semua ruang tertutup di semua lantai, tetapi peraturan setempat mungkin menentukan pengecualian atau inklusi tertentu:
- Beberapa yurisdiksi mengecualikan ruang mekanis, area parkir, atau ruang bawah tanah
- Lainnya mungkin menyertakan area yang tertutup tetapi tidak tertutup seperti balkon atau beranda dengan rasio yang dikurangi
-
Pembulatan: Nilai FAR biasanya dinyatakan hingga dua tempat desimal untuk ketelitian dalam peraturan zonasi.
Panduan Langkah-demi-Langkah
Menggunakan Kalkulator Rasio Luas Lantai kami sangatlah sederhana:
-
Kumpulkan Pengukuran Anda
- Tentukan total luas lantai bangunan Anda (jumlah dari semua lantai)
- Ukur total area plot tanah Anda
- Pastikan kedua pengukuran menggunakan satuan yang sama (kaki persegi atau meter persegi)
-
Masukkan Data Anda
- Masukkan total luas bangunan di kolom pertama
- Masukkan luas plot di kolom kedua
-
Tinjau Hasil Anda
- Kalkulator akan segera menampilkan FAR Anda
- Rumus perhitungan akan ditampilkan sebagai referensi
- Representasi visual akan membantu Anda memahami hubungan antara bangunan dan plot Anda
-
Interpretasikan Hasilnya
- FAR yang lebih tinggi menunjukkan properti yang lebih padat dibangun
- Bandingkan hasil Anda dengan persyaratan zonasi setempat untuk memastikan kepatuhan
- Gunakan hasil tersebut untuk tujuan perencanaan atau aplikasi zonasi
-
Simpan atau Bagikan Perhitungan Anda
- Gunakan tombol salin untuk menyimpan hasil untuk catatan Anda
- Rujuk perhitungan dalam aplikasi izin atau proposal pengembangan
Kasus Penggunaan
Perhitungan Rasio Luas Lantai sangat penting dalam berbagai skenario di seluruh perencanaan kota, arsitektur, real estat, dan pengembangan properti:
1. Kepatuhan Zonasi
Sebagian besar pemerintah kota menetapkan nilai maksimum FAR untuk berbagai zona untuk mengontrol kepadatan pengembangan. Pengembang dan arsitek harus menghitung FAR selama fase desain untuk memastikan proyek mematuhi peraturan ini. Misalnya, zona perumahan mungkin memiliki FAR maksimum 0,5, sementara distrik komersial pusat dapat mengizinkan FAR 10 atau lebih tinggi.
2. Penilaian Properti
Penilai real estat dan investor menggunakan FAR untuk menilai potensi pengembangan properti. Properti dengan FAR yang tidak terpakai (di mana bangunan saat ini tidak memanfaatkan rasio maksimum yang diizinkan) mungkin memiliki nilai pengembangan yang signifikan. Misalnya, sebuah properti dengan FAR saat ini 1,2 di zona yang mengizinkan FAR 3,0 memiliki potensi pengembangan yang besar.
3. Perencanaan Kota
Perencana kota menggunakan FAR sebagai alat untuk membentuk lingkungan perkotaan. Dengan menetapkan batas FAR yang berbeda di berbagai lingkungan, mereka dapat:
- Membuat inti kepadatan tinggi di daerah pusat kota
- Mempertahankan karakter distrik bersejarah
- Memastikan transisi yang sesuai antara zona komersial dan perumahan
- Mengelola beban infrastruktur dan pola lalu lintas
4. Studi Kelayakan Pengembangan
Pengembang melakukan studi kelayakan menggunakan perhitungan FAR untuk menentukan area maksimum yang dapat dibangun di situs, yang berdampak langsung pada ekonomi proyek. Misalnya, ketika mengevaluasi lot seluas 20.000 kaki persegi dengan FAR yang diizinkan 2,5, seorang pengembang tahu bahwa mereka dapat membangun hingga 50.000 kaki persegi luas lantai.
5. Renovasi dan Penambahan Bangunan
Pemilik properti yang merencanakan renovasi harus menghitung FAR yang ada untuk menentukan apakah ada ruang untuk ekspansi di bawah peraturan zonasi saat ini. Jika sebuah bangunan sudah melebihi FAR yang diizinkan (seperti yang mungkin terjadi dengan struktur lama di bawah hukum zonasi yang lebih baru), penambahan mungkin dibatasi atau memerlukan variasi khusus.
6. Transfer Hak Pengembangan (TDR)
Di beberapa yurisdiksi, FAR yang tidak terpakai dapat ditransfer antara properti melalui program TDR. Menghitung FAR yang tepat sangat penting untuk menentukan berapa banyak hak pengembangan yang dapat dijual atau dibeli.
Alternatif
Meskipun FAR adalah metrik yang banyak digunakan untuk mengatur kepadatan bangunan, beberapa ukuran alternatif atau pelengkap ada:
-
Rasio Cakupan Lot: Mengukur persentase lot yang ditutupi oleh jejak bangunan, berfokus pada kepadatan tingkat tanah daripada pengembangan vertikal.
-
Pembatasan Tinggi Bangunan: Secara langsung membatasi dimensi vertikal bangunan, sering digunakan bersamaan dengan FAR.
-
Persyaratan Setback: Menentukan jarak minimum antara bangunan dan garis properti, secara tidak langsung mempengaruhi area yang dapat dibangun.
-
Kepadatan Unit: Mengatur jumlah unit hunian per acre, yang sangat relevan untuk pengembangan perumahan.
-
Luas Lantai per Penghuni: Digunakan dalam kode bangunan untuk memastikan ruang yang memadai untuk kesehatan dan keselamatan, terutama di bangunan perumahan dan kantor.
-
Rasio Ruang Terbuka: Mengharuskan persentase minimum dari lot tetap sebagai ruang terbuka, melengkapi FAR dengan memastikan area yang tidak dikembangkan.
Setiap alternatif ini menangani aspek berbeda dari pengendalian pengembangan, dan banyak yurisdiksi menggunakan kombinasi metrik ini untuk mencapai bentuk perkotaan yang diinginkan.
Sejarah
Konsep Rasio Luas Lantai muncul pada awal abad ke-20 ketika kota-kota mulai menerapkan peraturan zonasi yang lebih canggih untuk mengelola pertumbuhan perkotaan. Resolusi Zonasi New York City yang inovatif pada tahun 1916 adalah salah satu yang pertama yang menggabungkan konsep seperti FAR, meskipun istilah itu sendiri tidak banyak digunakan hingga kemudian.
Tonggak Sejarah dalam Pengembangan FAR:
-
1916: Resolusi Zonasi New York City memperkenalkan kontrol envelope bangunan yang, meskipun tidak secara eksplisit menggunakan FAR, menetapkan dasar untuk pengaturan kepadatan.
-
1940-an-1950-an: Konsep FAR menjadi lebih formal dalam teori perencanaan kota seiring dengan meningkatnya pendekatan modernis terhadap perencanaan kota.
-
1961: Revisi komprehensif zonasi New York City secara eksplisit menggabungkan FAR sebagai alat regulasi utama, menetapkan preseden untuk pemerintah kota lainnya.
-
1970-an-1980-an: Banyak kota telah menyempurnakan peraturan FAR mereka untuk mempromosikan pertumbuhan cerdas, pengembangan berbasis transit, dan tujuan keberlanjutan. Beberapa yurisdiksi telah menerapkan kode berbasis bentuk yang bekerja bersamaan atau menggantikan kontrol FAR tradisional.
-
1990-an-Sekarang: Banyak kota telah memperbaiki peraturan FAR mereka untuk mempromosikan pertumbuhan cerdas, pengembangan berbasis transit, dan tujuan keberlanjutan. Beberapa yurisdiksi telah menerapkan kode berbasis bentuk yang bekerja bersama atau menggantikan kontrol FAR tradisional.
Evolusi peraturan FAR mencerminkan perubahan filosofi perencanaan kota dan prioritas masyarakat. Implementasi awal lebih fokus pada pencegahan kepadatan berlebih dan memastikan pencahayaan dan udara yang memadai. Pendekatan modern sering menggunakan FAR sebagai bagian dari strategi komprehensif untuk menciptakan lingkungan yang hidup, campuran, dan berkelanjutan, serta mempertahankan karakter komunitas.
Saat ini, FAR tetap menjadi alat dasar dalam perencanaan kota di seluruh dunia, meskipun penerapannya bervariasi secara signifikan di berbagai kota dan negara. Di beberapa daerah, ia mungkin dikenal dengan istilah yang berbeda seperti Indeks Luas Lantai (FSI) di India, Rasio Plot di Inggris dan Hong Kong, atau Intensitas Situs di beberapa bagian Eropa.
Contoh Kode
Berikut adalah contoh cara menghitung Rasio Luas Lantai dalam berbagai bahasa pemrograman:
1' Rumus Excel untuk perhitungan FAR
2=B2/C2
3' Di mana B2 berisi total luas bangunan dan C2 berisi luas plot
4
5' Fungsi VBA Excel
6Function CalculateFAR(BuildingArea As Double, PlotArea As Double) As Double
7 If PlotArea <= 0 Then
8 CalculateFAR = CVErr(xlErrValue)
9 Else
10 CalculateFAR = BuildingArea / PlotArea
11 End If
12End Function
13
1def calculate_far(building_area, plot_area):
2 """
3 Hitung Rasio Luas Lantai (FAR)
4
5 Args:
6 building_area (float): Total luas lantai bangunan dalam sq ft atau sq m
7 plot_area (float): Total area plot dalam satuan yang sama
8
9 Returns:
10 float: FAR yang dihitung atau None jika input tidak valid
11 """
12 if building_area <= 0 or plot_area <= 0:
13 return None
14
15 return building_area / plot_area
16
17# Contoh penggunaan
18total_building_area = 25000 # sq ft
19plot_area = 10000 # sq ft
20far = calculate_far(total_building_area, plot_area)
21print(f"Rasio Luas Lantai: {far:.2f}")
22
1/**
2 * Hitung Rasio Luas Lantai (FAR)
3 * @param {number} buildingArea - Total luas lantai bangunan
4 * @param {number} plotArea - Total area plot
5 * @returns {number|null} - FAR yang dihitung atau null jika input tidak valid
6 */
7function calculateFAR(buildingArea, plotArea) {
8 if (buildingArea <= 0 || plotArea <= 0) {
9 return null;
10 }
11
12 return buildingArea / plotArea;
13}
14
15// Contoh penggunaan
16const totalBuildingArea = 15000; // sq ft
17const plotArea = 5000; // sq ft
18const far = calculateFAR(totalBuildingArea, plotArea);
19console.log(`Rasio Luas Lantai: ${far.toFixed(2)}`);
20
1public class FARCalculator {
2 /**
3 * Hitung Rasio Luas Lantai
4 *
5 * @param buildingArea Total luas lantai bangunan
6 * @param plotArea Total area plot
7 * @return FAR yang dihitung atau -1 jika input tidak valid
8 */
9 public static double calculateFAR(double buildingArea, double plotArea) {
10 if (buildingArea <= 0 || plotArea <= 0) {
11 return -1; // Input tidak valid
12 }
13
14 return buildingArea / plotArea;
15 }
16
17 public static void main(String[] args) {
18 double totalBuildingArea = 30000; // sq ft
19 double plotArea = 10000; // sq ft
20
21 double far = calculateFAR(totalBuildingArea, plotArea);
22 if (far >= 0) {
23 System.out.printf("Rasio Luas Lantai: %.2f%n", far);
24 } else {
25 System.out.println("Nilai input tidak valid");
26 }
27 }
28}
29
1public class FARCalculator
2{
3 /// <summary>
4 /// Hitung Rasio Luas Lantai (FAR)
5 /// </summary>
6 /// <param name="buildingArea">Total luas lantai bangunan</param>
7 /// <param name="plotArea">Total area plot</param>
8 /// <returns>FAR yang dihitung atau null jika input tidak valid</returns>
9 public static double? CalculateFAR(double buildingArea, double plotArea)
10 {
11 if (buildingArea <= 0 || plotArea <= 0)
12 {
13 return null;
14 }
15
16 return buildingArea / plotArea;
17 }
18
19 // Contoh penggunaan
20 public static void Main()
21 {
22 double totalBuildingArea = 40000; // sq ft
23 double plotArea = 8000; // sq ft
24
25 double? far = CalculateFAR(totalBuildingArea, plotArea);
26 if (far.HasValue)
27 {
28 Console.WriteLine($"Rasio Luas Lantai: {far.Value:F2}");
29 }
30 else
31 {
32 Console.WriteLine("Nilai input tidak valid");
33 }
34 }
35}
36
Contoh Praktis
Berikut adalah beberapa contoh praktis perhitungan FAR untuk berbagai jenis bangunan:
Contoh 1: Bangunan Komersial Satu Lantai
- Jejak bangunan: 5.000 sq ft
- Jumlah lantai: 1
- Total luas bangunan: 5.000 sq ft
- Luas plot: 10.000 sq ft
- FAR = 5.000 ÷ 10.000 = 0.5
Pengembangan kepadatan rendah ini hanya menggunakan setengah dari potensi ruang bangunan relatif terhadap ukuran plot.
Contoh 2: Bangunan Apartemen Menengah
- Jejak bangunan: 10.000 sq ft
- Jumlah lantai: 5
- Total luas bangunan: 50.000 sq ft
- Luas plot: 20.000 sq ft
- FAR = 50.000 ÷ 20.000 = 2.5
Ini mewakili pengembangan kepadatan sedang yang khas di daerah perumahan perkotaan.
Contoh 3: Menara Kantor Tinggi
- Jejak bangunan: 15.000 sq ft
- Jumlah lantai: 30
- Total luas bangunan: 450.000 sq ft
- Luas plot: 30.000 sq ft
- FAR = 450.000 ÷ 30.000 = 15.0
FAR yang tinggi ini merupakan karakteristik dari pusat bisnis di kota-kota besar.
Contoh 4: Pengembangan Campuran
- Ruang ritel (lantai dasar): 20.000 sq ft
- Ruang kantor (lantai 2-5): 80.000 sq ft
- Ruang perumahan (lantai 6-10): 100.000 sq ft
- Total luas bangunan: 200.000 sq ft
- Luas plot: 25.000 sq ft
- FAR = 200.000 ÷ 25.000 = 8.0
Ini mewakili pengembangan padat dan campuran yang memaksimalkan pemanfaatan tanah.
Perbandingan FAR berdasarkan Jenis Bangunan dan Zona
Jenis Bangunan | Zona Kepadatan Rendah | Zona Kepadatan Sedang | Zona Kepadatan Tinggi |
---|---|---|---|
Perumahan Satu Keluarga | 0.2 - 0.5 | 0.5 - 1.0 | 1.0 - 2.0 |
Perumahan Multi Keluarga | 0.5 - 1.0 | 1.0 - 3.0 | 3.0 - 6.0 |
Komersial/Ritel | 0.3 - 1.0 | 1.0 - 4.0 | 4.0 - 10.0 |
Kantor | 0.5 - 2.0 | 2.0 - 6.0 | 6.0 - 15.0 |
Campuran | 0.5 - 2.0 | 2.0 - 5.0 | 5.0 - 20.0 |
Industri | 0.1 - 0.5 | 0.5 - 1.5 | 1.5 - 3.0 |
Catatan: Rentang ini bersifat ilustratif dan batas FAR aktual bervariasi secara signifikan berdasarkan yurisdiksi.
FAQ
Apa itu Rasio Luas Lantai (FAR)?
Rasio Luas Lantai (FAR) adalah ukuran yang menyatakan hubungan antara total ruang lantai yang dapat digunakan dari sebuah bangunan dan ukuran plot tanah tempat bangunan tersebut dibangun. Ini dihitung dengan membagi total luas lantai dari semua bangunan di sebuah lot dengan area lot tersebut.
Mengapa FAR penting dalam perencanaan kota?
FAR adalah alat zonasi yang penting yang membantu pemerintah kota mengontrol kepadatan pengembangan, mengelola kapasitas infrastruktur, mencegah kepadatan berlebih, dan mempertahankan karakter lingkungan. Ini berdampak langsung pada ukuran dan skala bangunan yang dapat dibangun di atas sebidang tanah.
Bagaimana cara saya menghitung Rasio Luas Lantai?
Untuk menghitung FAR, bagi total luas lantai dari semua tingkat semua bangunan di sebuah lot dengan area lot. Misalnya, jika sebuah lot seluas 10.000 kaki persegi berisi bangunan dengan total luas lantai 25.000 kaki persegi, FAR-nya adalah 2,5.
Apa yang dianggap sebagai FAR tinggi atau rendah?
Nilai FAR biasanya berkisar dari kurang dari 1,0 di daerah pinggiran atau kepadatan rendah hingga 15,0 atau lebih tinggi di pusat perkotaan yang padat. FAR di bawah 1,0 berarti total luas lantai kurang dari ukuran lot, sementara FAR di atas 1,0 menunjukkan bahwa luas lantai melebihi ukuran lot (melalui beberapa lantai).
Apakah FAR mencakup ruang bawah tanah dan ruang mekanis?
Ini bervariasi berdasarkan yurisdiksi. Beberapa pemerintah kota mengecualikan ruang bawah tanah, ruang mekanis, area parkir, atau ruang tertentu lainnya dari perhitungan FAR, sementara yang lain menyertakannya. Selalu periksa kode zonasi lokal untuk definisi spesifik tentang area mana yang dihitung dalam FAR.
Bagaimana FAR berbeda dari cakupan lot?
Sementara FAR mengukur rasio total luas lantai (di seluruh lantai) terhadap ukuran lot, cakupan lot mengukur hanya persentase dari lot yang ditutupi oleh jejak bangunan di tingkat tanah. Sebuah bangunan tinggi dan ramping mungkin memiliki FAR tinggi tetapi cakupan lot rendah.
Dapatkah persyaratan FAR dilampaui?
Di banyak yurisdiksi, pengembang dapat melampaui batas FAR dasar melalui berbagai program insentif atau bonus. Mekanisme umum termasuk menyediakan fasilitas publik, perumahan terjangkau, fitur bangunan hijau, atau membeli hak pengembangan dari properti lain.
Bagaimana FAR mempengaruhi nilai properti?
Properti dengan FAR yang lebih tinggi biasanya memiliki potensi pengembangan yang lebih besar dan mungkin memiliki nilai yang lebih tinggi. Investor dan pengembang sering mencari properti di mana bangunan yang ada memanfaatkan kurang dari FAR maksimum yang diizinkan, menciptakan peluang untuk ekspansi atau redevelop.
Apakah FAR sama di seluruh dunia?
Meskipun konsep dasarnya serupa, FAR mungkin dikenal dengan nama yang berbeda di berbagai negara, seperti Indeks Luas Lantai (FSI) di India, Rasio Plot di Inggris dan Hong Kong, atau Intensitas Situs di beberapa bagian Eropa. Metode perhitungan dan pendekatan regulasi juga bervariasi berdasarkan yurisdiksi.
Bagaimana saya menemukan FAR maksimum yang diizinkan untuk properti saya?
FAR maksimum yang diizinkan ditentukan oleh peraturan zonasi setempat. Hubungi departemen perencanaan atau zonasi kota Anda, periksa kode zonasi secara online, atau berkonsultasilah dengan arsitek lokal atau pengacara penggunaan lahan untuk menentukan batas FAR spesifik yang berlaku untuk properti Anda.
Referensi
-
Barnett, J. (2011). Perancangan Kota: Perspektif Modernis, Tradisional, Hijau dan Sistem. Routledge.
-
Berke, P. R., Godschalk, D. R., Kaiser, E. J., & Rodriguez, D. A. (2006). Perencanaan dan Standar Desain Perkotaan. University of Illinois Press.
-
Joshi, K. K., & Kono, T. (2009). "Optimasi regulasi rasio luas lantai di kota yang berkembang." Ekonomi Regional dan Perkotaan, 39(4), 502-511.
-
Talen, E. (2012). Aturan Kota: Bagaimana Regulasi Mempengaruhi Bentuk Perkotaan. Island Press.
-
American Planning Association. (2006). Standar Perencanaan dan Desain Perkotaan. Wiley.
-
NYC Department of City Planning. "Glosarium Istilah Perencanaan." https://www1.nyc.gov/site/planning/zoning/glossary.page
-
Lehnerer, A. (2009). Aturan Besar Perkotaan. Penerbit 010.
-
Pont, M. B., & Haupt, P. (2010). Spacematrix: Ruang, Kepadatan dan Bentuk Perkotaan. Penerbit NAi.
Kesimpulan
Rasio Luas Lantai (FAR) adalah konsep dasar dalam perencanaan kota dan pengembangan real estat yang menyediakan cara standar untuk mengukur dan mengatur kepadatan bangunan. Dengan memahami cara menghitung dan menginterpretasikan FAR, pemilik properti, pengembang, arsitek, dan perencana dapat membuat keputusan yang tepat tentang penggunaan lahan dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan zonasi setempat.
Kalkulator Rasio Luas Lantai kami menyederhanakan perhitungan penting ini, memungkinkan Anda dengan cepat menentukan FAR untuk properti atau proyek pengembangan mana pun. Apakah Anda mengevaluasi bangunan yang ada, merencanakan pengembangan baru, atau hanya mencoba memahami potensi pengembangan sebuah properti, alat ini memberikan informasi akurat yang Anda butuhkan.
Ingatlah bahwa meskipun FAR adalah konsep universal, peraturan dan metode perhitungan spesifik dapat bervariasi berdasarkan yurisdiksi. Selalu konsultasikan kode zonasi lokal atau departemen perencanaan Anda untuk persyaratan yang tepat yang berlaku untuk properti Anda.
Siap untuk menghitung Rasio Luas Lantai untuk proyek Anda? Masukkan area bangunan dan plot Anda di atas untuk memulai!
Alat Terkait
Temukan lebih banyak alat yang mungkin berguna untuk alur kerja Anda