Kalkulator Keelektronegatifan - Nilai Skala Pauling Instan
Kalkulator keelektronegatifan gratis dengan nilai skala Pauling instan untuk 118 unsur. Tentukan jenis ikatan, prediksi polaritas, hitung perbedaan. Berfungsi luring.
Kalkulator Keelektronegatifan Cepat
Ketik nama unsur (seperti Hidrogen) atau simbol (seperti H)
Masukkan nama atau simbol unsur untuk melihat nilai keelektronegatifannya
Skala Pauling adalah ukuran keelektronegatifan yang paling umum digunakan, berkisar dari sekitar 0,7 hingga 4,0.
Dokumentasi
Kalkulator Keelektronegatifan
Kalkulator keelektronegatifan mencari nilai keelektronegatifan suatu unsur kimia pada skala Pauling. Keelektronegatifan adalah ukuran seberapa kuat atom menarik elektron bersama ke arahnya ketika membentuk ikatan dengan atom lain. Alat ini mencakup semua 118 unsur: ketikkan nama atau simbol, dan alat ini menampilkan simbol, nama, serta nilai pada skala Pauling dalam skala visual sederhana.
Apa Itu Keelektronegatifan?
Ketika dua atom membentuk ikatan, keduanya berbagi sepasang elektron. Keelektronegatifan menggambarkan seberapa tidak merata pasangan elektron tersebut dibagi. Atom dengan keelektronegatifan tinggi menarik elektron bersama lebih dekat ke arahnya. Atom dengan keelektronegatifan rendah menahannya dengan lebih longgar.
Pembagian yang tidak merata ini disebut polaritas ikatan. Hal ini memengaruhi beberapa hal:
- Kekuatan dan panjang ikatan
- Polaritas molekul β apakah suatu zat larut dalam air atau minyak
- Reaktivitas β reaksi mana yang mungkin terjadi
- Sifat fisik β titik didih, titik lebur, kelarutan
Skala Pauling
Skala keelektronegatifan yang paling umum digunakan dibuat oleh kimiawan Linus Pauling pada 1932. Skala ini berkisar dari sekitar 0,7 hingga 4,0. Dalam data alat ini, fluor memiliki nilai tertinggi, 3,98, sedangkan fransium memiliki nilai terendah, 0,70.
Pauling menghitung skala tersebut dari energi ikatan yang diukur, bukan dari pengukuran fisik langsung. Persamaan aslinya adalah:
Di sini, dan adalah keelektronegatifan atom A dan B, adalah energi ikatan AβB (dalam kJ/mol), sedangkan dan adalah energi ikatan AβA dan BβB. Gagasannya: jika ikatan AβB lebih kuat daripada rata-rata ikatan AβA dan BβB, kekuatan tambahan itu berasal dari pembagian elektron yang tidak merata, dan besar kekuatan tambahan tersebut menunjukkan besar kesenjangan keelektronegatifannya.
Kalkulator ini tidak menjalankan persamaan tersebut. Kalkulator ini menyimpan tabel nilai Pauling yang telah dipublikasikan dan mencari satu nilai untuk setiap pencarian, seperti tabel referensi cetak.
Cara Menghitung Selisih Keelektronegatifan dan Jenis Ikatan
Untuk memperkirakan jenis ikatan yang terbentuk antara dua unsur, cari nilai masing-masing unsur dalam kalkulator, lalu kurangi angka yang lebih kecil dari angka yang lebih besar. Hasilnya umumnya dikelompokkan ke dalam tiga rentang:
| Selisih | Jenis ikatan | Contoh |
|---|---|---|
| Kurang dari 0,4 | Kovalen nonpolar | CβH: 2,55 β 2,20 = 0,35 |
| 0,4 hingga 1,7 | Kovalen polar | HβCl: 3,16 β 2,20 = 0,96 |
| Lebih besar dari 1,7 | Ionik | NaβCl: 3,16 β 0,93 = 2,23 |
Batas-batas ini merupakan aturan praktis yang banyak diajarkan, bukan hukum yang ketat. Ikatan nyata berada pada suatu spektrum kontinu, dan beberapa ikatan di dekat batas menunjukkan karakter campuran.
Contoh perhitungan. Untuk memeriksa ikatan HβCl, cari "H" dalam kalkulator dan catat nilainya, 2,20. Lalu cari "Cl" dan catat nilainya, 3,16. Kurangkan: 3,16 β 2,20 = 0,96. Karena 0,96 berada di antara 0,4 dan 1,7, ikatan HβCl merupakan ikatan kovalen polar.
Tren Keelektronegatifan dalam Tabel Periodik
Dua pola mencakup sebagian besar tabel periodik:
- Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), keelektronegatifan meningkat. Atom memperoleh proton sambil mempertahankan kulit elektron terluar yang sama, sehingga inti menarik elektron bersama dengan lebih kuat.
- Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), keelektronegatifan menurun. Elektron terluar berada semakin jauh dari inti pada setiap baris berikutnya, sehingga tarikan melemah meskipun jumlah proton bertambah.
Fluor, yang berada di bagian kanan atas tabel, memiliki nilai tertinggi. Fransium, yang berada di bagian kiri bawah, memiliki nilai terendah.
Sebagian besar logam memiliki nilai di bawah 2,0, dan sebagian besar nonlogam berada di atasnya, tetapi ini merupakan pola kasar, bukan aturan: beberapa logam transisi memiliki nilai lebih tinggi, termasuk emas (2,54), platina (2,28), dan rodium (2,28).
Cara Menggunakan Kalkulator Ini
- Ketikkan nama unsur (misalnya, "Oxygen") atau simbolnya (misalnya, "O") ke dalam kolom input.
- Hasilnya menampilkan simbol, nama, dan nilai unsur pada skala Pauling, serta penanda pada skala visual dari rendah ke tinggi.
- Pilih "Copy" untuk menyalin nilai numeriknya.
Pencarian berfungsi dengan teks parsial ("Oxy" menemukan Oxygen) dan mengabaikan kapitalisasi ("oxygen" dan "OXYGEN" sama-sama berfungsi). Semua data disimpan di halaman itu sendiri, sehingga pencarian tetap berfungsi tanpa koneksi internet setelah halaman dimuat.
Unsur Tanpa Nilai yang Dicantumkan
Dua puluh unsur dalam kalkulator ini menampilkan "Not Available" alih-alih angka. Empat di antaranya adalah gas mulia: helium, neon, argon, dan radon. Gas-gas tersebut jarang membentuk ikatan karena kulit elektron terluarnya sudah penuh. Kripton dan xenon memang membentuk sejumlah kecil senyawa nyata, dan keduanya memiliki nilai yang dicantumkan: 3,00 dan 2,60.
Enam belas unsur lainnya adalah unsur berat buatan manusia, mulai dari lawrensium (unsur 103) hingga oganesson (unsur 118). Unsur-unsur ini hanya bertahan sebentar di laboratorium, dalam jumlah yang terlalu kecil untuk mengukur energi ikatan, sehingga belum ada nilai keelektronegatifan yang andal yang dipublikasikan untuk unsur-unsur tersebut.
Beberapa aktinida, dari amerisium hingga nobelium, memiliki nilai estimasi yang sama, 1,30, dalam tabel referensi yang dipublikasikan. Nilai ini merupakan pengganti berdasarkan kemiripan kimia, bukan angka yang diukur secara terpisah untuk setiap unsur.
Sejarah Skala Pauling
Kimiawan telah mengamati perilaku tarikan elektron yang tidak merata jauh sebelum perilaku itu memiliki nama. Pada 1811, JΓΆns Jacob Berzelius mengusulkan bahwa atom membawa muatan yang memengaruhi cara atom-atom tersebut bergabung. Gagasan awal ini menggambarkan efeknya tanpa mengukurnya.
Linus Pauling memberikan nilai numerik pada gagasan tersebut dalam makalahnya pada 1932, "The Nature of the Chemical Bond", dengan menurunkan nilai dari energi ikatan yang diukur. Karya tersebut berkontribusi pada penganugerahan 1954 Hadiah Nobel Kimia kepadanya.
Kimiawan berikutnya mengusulkan skala lain: skala Robert Mulliken pada 1934, berdasarkan energi ionisasi dan afinitas elektron; skala AllredβRochow pada 1958, berdasarkan muatan inti dan ukuran atom; serta skala Leland Allen pada 1989, berdasarkan data spektroskopi. Skala asli Pauling tetap menjadi skala yang paling banyak diajarkan dan dikutip.
Pertanyaan yang sering diajukan
Untuk apa kalkulator keelektronegatifan digunakan? Kalkulator ini menyediakan referensi cepat untuk nilai keelektronegatifan suatu unsur pada skala Pauling, tanpa memerlukan tabel periodik cetak. Kalkulator ini digunakan untuk tugas sekolah, laporan laboratorium, dan referensi kimia umum.
Bagaimana cara menghitung selisih keelektronegatifan? Cari nilai masing-masing unsur, lalu kurangi angka yang lebih kecil dari angka yang lebih besar. Untuk H dan Cl, 3,16 β 2,20 = 0,96.
Unsur mana yang memiliki keelektronegatifan tertinggi? Fluor, dengan nilai 3,98 pada skala Pauling, merupakan nilai tertinggi dalam data kalkulator ini.
Unsur mana yang memiliki keelektronegatifan terendah? Fransium, dengan nilai sekitar 0,70, merupakan nilai terendah dalam data kalkulator ini.
Mengapa gas mulia tidak memiliki nilai keelektronegatifan? Sebagian besar gas mulia (helium, neon, argon, radon) jarang membentuk ikatan, sehingga belum ada nilai bermakna yang diukur untuk gas-gas tersebut. Kripton dan xenon merupakan pengecualian: keduanya membentuk sejumlah kecil senyawa yang diketahui, sehingga memiliki nilai yang dicantumkan dalam kalkulator ini.
Apa perbedaan antara keelektronegatifan dan afinitas elektron? Keelektronegatifan menggambarkan seberapa kuat atom menarik elektron ketika sudah berikatan dengan atom lain; besaran ini tidak memiliki satuan dan didefinisikan relatif terhadap unsur lain. Afinitas elektron adalah energi yang dilepaskan ketika atom terpisah dan tidak berikatan memperoleh sebuah elektron, yang diukur dalam kJ/mol atau eV. Keduanya berkorelasi, tetapi bukan besaran yang sama.
Seberapa akurat nilai-nilai ini? Nilai-nilai tersebut berasal dari tabel skala Pauling yang umum dipublikasikan. Sumber referensi yang berbeda terkadang memiliki perbedaan beberapa perseratus, yang mencerminkan perbedaan pengukuran atau metode perhitungan. Untuk tugas kuliah dan penggunaan laboratorium umum, variasi ini jarang berpengaruh.
Referensi
- Pauling, L. (1932). "The Nature of the Chemical Bond. IV." Journal of the American Chemical Society, 54(9), 3570β3582.
- Mulliken, R. S. (1934). "A New Electroaffinity Scale." The Journal of Chemical Physics, 2(11), 782β793.
- Allred, A. L., & Rochow, E. G. (1958). "A scale of electronegativity based on electrostatic force." Journal of Inorganic and Nuclear Chemistry, 5(4), 264β268.
- IUPAC. Tabel Periodik Unsur.