Lewati ke konten

Kalkulator Energi Kisi | Alat Persamaan Born-Landé Gratis

Hitung energi kisi menggunakan persamaan Born-Landé. Alat daring gratis untuk menentukan kekuatan ikatan ionik, stabilitas senyawa, dan sifat fisik.

Kalkulator Energi Kisi

Hitung energi kisi senyawa ionik menggunakan persamaan Born-Landé. Masukkan muatan ion, jari-jari, dan eksponen Born untuk menentukan energi kisi.

Parameter Input

pm
pm

Hasil

Jarak Antarion (r₀)
280.00pm
Energi Kisi (U)
-770.63kJ/mol

Energi kisi mewakili energi yang dilepaskan ketika ion gas bergabung membentuk senyawa ionik padat. Nilai yang lebih negatif menunjukkan ikatan ionik yang lebih kuat.

Visualisasi Ikatan Ionik

Rumus Perhitungan

Energi kisi dihitung menggunakan persamaan Born-Landé:

U = -N₀A|z₁z₂|e²/4πε₀r₀(1-1/n)

Di mana:

  • U = Energi Kisi (U) (kJ/mol)
  • N₀ = Bilangan Avogadro (6.022 × 10²³ mol⁻¹)
  • A = Konstanta Madelung (1.7476 untuk Struktur NaCl)
  • z₁ = Muatan Kation (z₁) (1)
  • z₂ = Muatan Anion (z₂) (-1)
  • e = Muatan Elementer (1.602 × 10⁻¹⁹ C)
  • ε₀ = Permitivitas Vakum (8.854 × 10⁻¹² F/m)
  • r₀ = Jarak Antarion (r₀) (280.00 pm)
  • n = Eksponen Born (n) (9)

Menggantikan nilai:

U = -770.63 kJ/mol
Kalkulator pemuatan...
📚

Dokumentasi

Apa Itu Energi Kisi?

Energi kisi adalah energi yang dilepaskan ketika ion-ion fase gas yang terpisah bergabung membentuk satu mol senyawa ionik padat. kalkulator energi kisi menggunakan persamaan Born-Landé untuk memperkirakan nilai ini dari muatan ion, ukuran ion, dan satu parameter yang dapat disesuaikan yang disebut eksponen Born.

Proses yang dijelaskan oleh energi kisi adalah:

Mn+(g)+Xn−(g)→MX(s)M^{n+}(g) + X^{n-}(g) \rightarrow MX(s)

Di sini Mn+M^{n+} adalah kation logam (ion bermuatan positif) dan Xn−X^{n-} adalah anion nonlogam (ion bermuatan negatif). Energi kisi selalu negatif karena energi mengalir keluar dari sistem ketika ion-ion mengunci diri membentuk kristal. Kimiawan menyebut proses yang melepaskan energi sebagai “eksotermik”.

Tiga hal menentukan besar energi kisi:

  1. Muatan ion. Ion dengan muatan lebih besar saling tarik dengan gaya yang lebih kuat.
  2. Ukuran ion. Ion yang lebih kecil dapat saling mendekat, sehingga gaya tariknya menguat.
  3. Struktur kristal. Pola geometris yang dibentuk ion mengubah jumlah tetangga setiap ion; hal ini dinyatakan oleh bilangan yang disebut konstanta Madelung.

Rumus Energi Kisi (Persamaan Born-Landé)

Persamaan Born-Landé, yang diterbitkan oleh fisikawan Max Born dan Alfred Landé pada 1918, adalah:

U=−N0A∣z1z2∣e24πε0r0(1−1n)U = -\frac{N_0 A |z_1 z_2| e^2}{4\pi\varepsilon_0 r_0} \left(1-\frac{1}{n}\right)

Dengan:

  • UU = energi kisi, dalam kilojoule per mol (kJ/mol)
  • N0N_0 = bilangan Avogadro, 6,022 × 10²³ per mol
  • AA = konstanta Madelung (kalkulator ini menggunakan 1,7476, yaitu nilai untuk struktur garam batu yang dimiliki bersama oleh NaCl, MgO, dan banyak garam sederhana lainnya)
  • z1z_1, z2z_2 = muatan kation dan anion
  • ee = muatan satu elektron, 1,602 × 10⁻¹⁹ coulomb
  • ε0\varepsilon_0 = permitivitas vakum, 8,854 × 10⁻¹² F/m
  • r0r_0 = jarak antarion, yaitu jarak antara pusat kedua ion
  • nn = eksponen Born, yaitu bilangan yang memperhitungkan seberapa kuat ion menahan pemampatan ketika saling didorong mendekat (biasanya antara 5 dan 12, serta selalu lebih besar dari 1)

Bagian pertama persamaan menghitung gaya tarik antara dua muatan berlawanan. Suku (1−1/n)(1 - 1/n) mengurangkan gaya tolak yang muncul setelah awan elektron ion mulai saling tumpang tindih. Suku itu hanya bermakna jika nn lebih besar dari 1. Pada n=1n = 1 nilainya nol, dan di bawah 1 nilainya menjadi negatif, sehingga kalkulator menolak nilai-nilai tersebut.

Jarak Antarion

Jarak antara pusat ion, r0r_0, cukup dihitung sebagai jumlah kedua jari-jari ion:

r0=rcation+ranionr_0 = r_{cation} + r_{anion}

Jari-jari ion biasanya dinyatakan dalam pikometer (pm), dengan satu pikometer sama dengan sepertriliun meter.

Cara Menghitung Energi Kisi

  1. Masukkan muatan kation sebagai bilangan bulat positif (1 untuk Na⁺, 2 untuk Mg²⁺).
  2. Masukkan muatan anion sebagai bilangan bulat negatif (-1 untuk Cl⁻, -2 untuk O²⁻).
  3. Masukkan jari-jari kation dalam pikometer.
  4. Masukkan jari-jari anion dalam pikometer.
  5. Masukkan eksponen Born. Nilai 9 sesuai untuk banyak senyawa. Eksponen tersebut harus lebih besar dari 1.
  6. Baca jarak antarion dan energi kisi pada panel hasil.

Contoh: Energi Kisi Natrium Klorida (NaCl)

Natrium klorida, garam dapur biasa, merupakan contoh awal yang berguna karena ion-ionnya membawa muatan tunggal.

  • Muatan kation: +1 (Na⁺)
  • Muatan anion: -1 (Cl⁻)
  • Jari-jari kation: 102 pm
  • Jari-jari anion: 181 pm
  • Eksponen Born: 9

Langkah 1: Tentukan jarak antarion.

r0=102 pm+181 pm=283 pmr_0 = 102\text{ pm} + 181\text{ pm} = 283\text{ pm}

Langkah 2: Terapkan persamaan Born-Landé.

U=−(6.022×1023)(1.7476)(1)(1.602×10−19)24π(8.854×10−12)(2.83×10−10)(1−19)U = -\frac{(6.022\times10^{23})(1.7476)(1)(1.602\times10^{-19})^2}{4\pi(8.854\times10^{-12})(2.83\times10^{-10})}\left(1-\frac{1}{9}\right)

U≈−762 kJ/molU \approx -762\text{ kJ/mol}

Nilai ini mendekati, tetapi tidak sama dengan, nilai yang biasanya dicantumkan dalam buku teks, yaitu sekitar -787 kJ/mol. Nilai tersebut berasal dari data termodinamika eksperimental yang diukur melalui siklus Born-Haber, bukan dari persamaan ini. Perbedaan itu ada karena persamaan Born-Landé menganggap ion sebagai bola kaku sempurna dan menggunakan satu eksponen gaya tolak untuk seluruh kristal, sehingga hasilnya merupakan pendekatan, bukan kecocokan yang persis dengan kenyataan.

Contoh: Energi Kisi Magnesium Oksida (MgO)

Magnesium oksida memiliki ion bermuatan ganda, sehingga cocok dijadikan pembanding.

  • Muatan kation: +2 (Mg²⁺), jari-jari 72 pm
  • Muatan anion: -2 (O²⁻), jari-jari 140 pm
  • Eksponen Born: 9
  • Jarak antarion: 72 pm + 140 pm = 212 pm

Memasukkan angka-angka ini ke dalam persamaan yang sama menghasilkan energi kisi sekitar -4071 kJ/mol, lebih dari lima kali lebih negatif daripada energi kisi NaCl. Nilai yang diukur secara eksperimental adalah sekitar -3795 kJ/mol. Menggandakan kedua muatan ion kira-kira melipatempatkan gaya elektrostatik karena persamaan tersebut mengalikan z1z_1 dengan z2z_2, dan jarak antarion yang lebih pendek pada MgO semakin memperkuat tarikannya.

Jari-Jari Ion dan Eksponen Born yang Umum

Jari-Jari Kation Terpilih

KationMuatanJari-jari (pm)
Li⁺1+76
Na⁺1+102
K⁺1+138
Mg²⁺2+72
Ca²⁺2+100
Al³⁺3+54

Jari-Jari Anion Terpilih

AnionMuatanJari-jari (pm)
F⁻1-133
Cl⁻1-181
Br⁻1-196
O²⁻2-140
S²⁻2-184

Eksponen Born yang Umum

Jenis senyawaEksponen Born
Halida logam alkali5–10
Oksida logam alkali tanah7–12
Senyawa logam transisi8–12

Ini adalah titik awal. Sumber yang diterbitkan terkadang mencantumkan angka yang sedikit berbeda.

Faktor yang Memengaruhi Energi Kisi

Energi kisi berkaitan dengan beberapa sifat yang dapat diukur langsung oleh kimiawan.

  • Titik lebur. Tarikan ionik yang lebih kuat biasanya berarti titik lebur yang lebih tinggi. Ion magnesium oksida membawa muatan dua kali lebih besar daripada ion natrium klorida dan berjarak lebih dekat, sehingga MgO memiliki energi kisi yang jauh lebih negatif. Hal itu turut menjelaskan mengapa MgO melebur pada sekitar 2852 °C, sedangkan NaCl melebur pada sekitar 801 °C.
  • Kekerasan. Kristal dengan energi kisi lebih tinggi cenderung lebih tahan terhadap goresan dan deformasi.
  • Kelarutan. Senyawa dengan energi kisi yang sangat tinggi sering kali lebih sulit larut dalam air karena memisahkan kristal membutuhkan lebih banyak energi daripada yang dapat disediakan molekul air saat mengelilingi ion.

Energi kisi juga merupakan salah satu suku dalam siklus Born-Haber, yaitu metode pencatatan perhitungan yang digunakan kimiawan untuk menentukan perubahan energi selama pembentukan senyawa ionik dari unsur-unsurnya.

Keterbatasan Persamaan Born-Landé dan Kalkulator Ini

Kalkulator ini selalu menggunakan konstanta Madelung untuk struktur garam batu (1,7476). Nilai tersebut benar untuk senyawa yang mengkristal seperti NaCl dan MgO, tetapi tidak benar untuk senyawa dengan struktur lain, seperti sesium klorida atau kalsium fluorida, yang memiliki konstanta Madelung berbeda. Persamaan Born-Landé juga menganggap ion sebagai bola sempurna dan mengabaikan pengaruh seperti karakter ikatan kovalen, sehingga hasilnya merupakan perkiraan yang mendekati, bukan nilai eksperimental yang persis.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa arti energi kisi secara sederhana? Energi kisi adalah energi yang dilepaskan ketika partikel bermuatan yang disebut ion bergabung dan mengunci diri membentuk kristal padat. Angka yang lebih negatif berarti ion-ion tersebut terikat lebih kuat.

Mengapa energi kisi selalu negatif? Karena pembentukan padatan melepaskan energi, bukan menyerapnya. Sebagian buku teks mendefinisikan “entalpi kisi” sebagai energi positif yang diperlukan untuk memisahkan kristal; keduanya menggambarkan kekuatan ikatan yang sama, hanya tandanya berlawanan.

Eksponen Born apa yang sebaiknya digunakan? Sembilan merupakan nilai bawaan yang umum dan bekerja cukup baik untuk banyak senyawa ionik. Untuk senyawa tertentu, referensi kimia atau basis data kristalografi akan mencantumkan nilai yang lebih tepat berdasarkan konfigurasi elektron ion-ionnya.

Mengapa kalkulator tidak sama persis dengan angka dalam buku teks saya? Nilai dalam buku teks sering berasal dari eksperimen (siklus Born-Haber), sedangkan kalkulator ini menggunakan persamaan Born-Landé teoretis. Kedua metode biasanya berselisih dalam beberapa persen, tetapi jarang menghasilkan nilai yang sama persis.

Apakah ion yang lebih besar selalu berarti energi kisi yang lebih rendah? Biasanya, ya. Ion yang lebih besar meningkatkan jarak antarion r0r_0, yang berada di penyebut persamaan, sehingga energi kisi menjadi kurang negatif ketika ion membesar, jika faktor lainnya sama.

Apakah kalkulator ini dapat menangani senyawa ionik apa pun? Kalkulator ini paling sesuai untuk senyawa sederhana yang memiliki struktur kristal garam batu, seperti NaCl, MgO, dan CaO. Hasilnya kurang andal untuk senyawa dengan struktur kristal berbeda atau karakter ikatan kovalen yang signifikan.

Referensi

  1. Atkins, P. W., & De Paula, J. (2014). Atkins' Physical Chemistry (edisi ke-10). Oxford University Press.
  2. Housecroft, C. E., & Sharpe, A. G. (2018). Inorganic Chemistry (edisi ke-5). Pearson.
  3. Born, M., & Landé, A. (1918). Über die Berechnung der Kompressibilität regulärer Kristalle aus der Gittertheorie. Verhandlungen der Deutschen Physikalischen Gesellschaft, 20, 210-216.
  4. Shannon, R. D. (1976). Revised effective ionic radii and systematic studies of interatomic distances in halides and chalcogenides. Acta Crystallographica Section A, 32(5), 751-767.