Lewati ke konten

Kalkulator Populasi Tanaman - Hitung Tanaman Per Area

Kalkulator populasi tanaman gratis untuk kebun dan pertanian. Hitung berapa banyak tanaman yang muat di ruang Anda berdasarkan area dan jarak tanam. Dapatkan hitungan tanaman yang akurat dalam hitungan detik untuk setiap tanaman.

Estimator Populasi Tanaman

Unit Pengukuran

Hasil

Area
100.00m²
Total Tanaman
500tanaman

Visualisasi Area

Visualisasi Area TanamLebar: 10 satuanPanjang: 10 satuanTotal 500 tanaman

Catatan: Visualisasi menunjukkan distribusi tanaman perkiraan (dibatasi hingga 100 tanaman untuk tujuan tampilan)

Kalkulator pemuatan...
📚

Dokumentasi

Penghitung populasi tanaman menghitung berapa banyak tanaman yang dapat ditanam di suatu area budidaya. Penghitung ini mengalikan luas petak dengan kerapatan tanam, yaitu jumlah tanaman per meter persegi atau kaki persegi.

Tukang kebun menggunakannya untuk memesan jumlah bibit yang tepat. Petani menggunakannya untuk merencanakan kebutuhan benih. Ahli ekologi menggunakannya untuk memperkirakan kebutuhan tanaman asli dalam proyek restorasi.

Cara menghitung populasi tanaman

Total populasi tanaman sama dengan luas dikalikan kerapatan:

Total Tanaman=Luas×Tanaman per Satuan Luas\text{Total Tanaman} = \text{Luas} \times \text{Tanaman per Satuan Luas}

Untuk petak berbentuk persegi panjang, luas adalah panjang dikalikan lebar:

Luas=Panjang×Lebar\text{Luas} = \text{Panjang} \times \text{Lebar}

Kedua ukuran harus menggunakan sistem satuan yang sama, yaitu meter dan tanaman per meter persegi, atau kaki dan tanaman per kaki persegi.

Contoh perhitungan

Bedeng kebun yang ditinggikan berukuran 4 meter kali 2,5 meter. Bungkus benih merekomendasikan 6 tanaman per meter persegi untuk selada yang ditanam.

  1. Luas = 4 m × 2,5 m = 10 m²
  2. Total tanaman = 10 m² × 6 tanaman/m² = 60 tanaman

Tukang kebun tersebut membutuhkan 60 bibit. Hasil dibulatkan ke bilangan bulat, karena sebagian tanaman tidak dapat ditanam.

Cara menentukan kerapatan tanaman dari jarak tanam

Bungkus benih dan label tanaman biasanya mencantumkan jarak tanam, bukan kerapatan, misalnya "beri jarak 8 inci (20 cm)." Untuk mengubah jarak tanam menjadi kerapatan, bagi 1 dengan kuadrat jarak tanam:

Tanaman per Satuan Luas=1Jarak Tanam2\text{Tanaman per Satuan Luas} = \frac{1}{\text{Jarak Tanam}^2}

Untuk jarak tanam yang berbeda antarbaris dan di dalam baris, gunakan kedua nilai tersebut:

Tanaman per Satuan Luas=1Jarak Tanam dalam Baris×Jarak Antarbaris\text{Tanaman per Satuan Luas} = \frac{1}{\text{Jarak Tanam dalam Baris} \times \text{Jarak Antarbaris}}

Contoh perhitungan

Bedeng bunga berukuran 3 meter kali 1,2 meter. Label tanaman untuk bunga coneflower menyatakan agar tanaman diberi jarak 8 inci satu sama lain, yang setara dengan 0,2032 meter.

  1. Kerapatan = 1 ÷ (0,2032 m)² ≈ 24,2 tanaman/m²
  2. Luas = 3 m × 1,2 m = 3,6 m²
  3. Total tanaman = 3,6 m² × 24,2 tanaman/m² ≈ 87 tanaman

Dengan harga US$8 per tanaman, bunga coneflower tersebut berharga sekitar US$696 sebelum biaya tenaga kerja dan margin.

Mengonversi jarak tanam umum

Jarak TanamTanaman per kaki²Tanaman per m²
6 inci443,1
12 inci110,8
18 inci0,444,8
24 inci0,252,7

Untuk inci, bagi 144 (inci persegi per kaki persegi) dengan kuadrat jarak tanam dalam inci. Untuk sentimeter, bagi 10.000 (sentimeter persegi per meter persegi) dengan kuadrat jarak tanam dalam sentimeter.

Rumus penanaman dalam baris

Sebagian besar tanaman baris, seperti jagung, kedelai, dan pohon buah-buahan, ditanam dalam barisan lurus dengan jarak tetap antar tanaman di setiap baris. Untuk susunan ini:

Total Tanaman=Panjang Baris×Jumlah BarisJarak Tanam dalam Baris\text{Total Tanaman} = \frac{\text{Panjang Baris} \times \text{Jumlah Baris}}{\text{Jarak Tanam dalam Baris}}

Sebagai contoh, 40 baris tomat, masing-masing sepanjang 30 meter, ditanami setiap 0,5 meter di dalam baris:

Total tanaman = (30 m × 40 baris) ÷ 0,5 m = 2.400 tanaman

Memperkirakan populasi di lahan besar atau tidak merata

Menghitung setiap tanaman di lahan yang luas atau sudah mapan tidak praktis. Sebagai gantinya, ahli agronomi menggunakan pengambilan sampel grid: mereka menghitung tanaman di dalam area tetap, seperti bingkai berukuran 1 m², pada beberapa titik acak di lahan, lalu mengalikan jumlah rata-rata dengan luas total lahan. Panduan dari layanan penyuluhan pertanian biasanya merekomendasikan 15 hingga 30 titik sampel, bergantung pada luas lahan dan ketidakmerataan penanaman.

Keterbatasan perkiraan

Rumus ini memberikan maksimum teoretis dengan asumsi setiap benih berkecambah dan setiap tanaman bertahan hidup. Populasi sebenarnya biasanya lebih rendah. Untuk penanaman langsung, petani membagi jumlah tanaman sasaran dengan tingkat perkecambahan yang diharapkan untuk menentukan jumlah benih yang harus ditabur:

Benih yang Dibutuhkan=Jumlah Tanaman SasaranTingkat Perkecambahan\text{Benih yang Dibutuhkan} = \frac{\text{Jumlah Tanaman Sasaran}}{\text{Tingkat Perkecambahan}}

Petani yang membutuhkan 100 tanaman dan memperkirakan perkecambahan sebesar 80 persen harus menabur 125 benih (100 ÷ 0,80). Untuk tanaman yang ditransplantasikan, petani biasanya menambahkan 10 hingga 20 persen untuk mengantisipasi kehilangan akibat stres pemindahan atau hama.

Rumus ini juga mengasumsikan bentuk persegi panjang. Untuk bedeng melingkar, menggunakan diameter sebagai panjang dan lebar akan melebihkan luas sekitar 27 persen, karena persegi lebih besar daripada lingkaran yang berada di dalamnya. Luas lingkaran sebenarnya adalah π dikalikan kuadrat jari-jari.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa rumus untuk populasi tanaman? Populasi tanaman sama dengan luas dikalikan kerapatan tanam: Total Tanaman = Luas × Tanaman per Satuan Luas. Untuk petak berbentuk persegi panjang, luas adalah panjang dikalikan lebar.

Bagaimana cara mengubah jarak tanam menjadi jumlah tanaman per meter persegi? Bagi 1 dengan kuadrat jarak tanam dalam meter. Tanaman yang diberi jarak 20 cm (0,2 m) dalam pola grid menghasilkan 1 ÷ (0,2 × 0,2) = 25 tanaman per meter persegi.

Apakah penghitung memperhitungkan tingkat perkecambahan atau kehilangan tanaman? Tidak. Penghitung ini memberikan jumlah maksimum teoretis tanaman untuk area yang dimasukkan. Petani menyesuaikan jumlah pesanan benih ke atas untuk memperhitungkan tingkat perkecambahan dan kehilangan yang diperkirakan.

Apakah metode ini dapat digunakan untuk bedeng melingkar atau tidak beraturan? Tidak secara langsung. Bagi area tidak beraturan menjadi beberapa persegi panjang, hitung setiap bagian, lalu jumlahkan hasilnya. Untuk bedeng melingkar, gunakan π × radius² sebagai luas, bukan panjang × lebar.

Satuan apa yang digunakan dalam perhitungan ini? Gunakan meter dan tanaman per meter persegi, atau kaki dan tanaman per kaki persegi. Satu meter persegi sama dengan sekitar 10,76 kaki persegi, sehingga kerapatan harus dikonversi bersama satuannya, bukan hanya dimensinya.

Seberapa akurat perkiraan ini? Perkiraan ini tepat untuk angka yang dimasukkan, tetapi penanaman nyata dapat berbeda sebesar 10 hingga 20 persen akibat kegagalan perkecambahan, jarak yang tidak merata, dan kematian tanaman. Perkiraan ini dapat diandalkan untuk penganggaran dan pemesanan benih; penghitungan tanaman yang tepat tetap memerlukan penghitungan langsung di lahan.

Latar belakang

Sebelum mesin penabur benih, sebagian besar benih disebarkan dengan tangan, sehingga petani tidak memiliki cara yang andal untuk mengetahui berapa banyak tanaman yang berhasil tumbuh. Mesin penabur benih, yang dipopulerkan di Inggris oleh Jethro Tull pada awal tahun 1700-an, menanam benih dalam barisan yang seragam dan menjadikan jarak antarbaris, serta dengan demikian populasi tanaman, sesuatu yang dapat ditetapkan dan diukur oleh petani.

Populasi tanaman menjadi faktor penting dalam pemuliaan tanaman selama abad ke-20, ketika varietas baru berproduksi tinggi diketahui hanya memberikan hasil terbaik pada kerapatan tertentu. Hibrida jagung modern, misalnya, dikembangkan agar mampu bertahan pada populasi yang jauh lebih tinggi per hektare dibandingkan varietas dari tahun 1970-an.