Lewati ke konten

Kalkulator Faktor Crop - Konverter Ukuran Sensor ke Panjang Fokus

Hitung faktor crop dan panjang fokus ekivalen untuk sensor kamera apa pun. Kalkulator gratis untuk APS-C, Micro Four Thirds, full-frame, dan semua format kamera digital.

Kalkulator Faktor Crop

Parameter Input

mm
mm
mm

Hasil

Faktor Crop
1.53x
Panjang Fokus Setara
76.7mm

Setara full-frame

Sudut Pandang
Horizontal
26.4°
Vertikal
17.7°

Visualisasi Ukuran Sensor

Perbandingan Ukuran SensorPerbandingan visual yang menunjukkan ukuran sensor crop relatif terhadap sensor full-frame 35mmFull Frame (36×24mm)Sensor Anda (23.5×15.6mm)Faktor Crop: 1.53x

Rumus & Penjelasan

Rumus Faktor Crop
text
Crop Factor = √(36² + 24²) / √(Width² + Height²)

Faktor crop adalah rasio diagonal sensor full-frame (43,27mm) terhadap diagonal sensor Anda. Ini menunjukkan seberapa kecil sensor Anda dibandingkan dengan full-frame.

Rumus Panjang Fokus Setara
text
Equivalent FL = Actual FL × Crop Factor

Panjang fokus setara menunjukkan panjang fokus pada kamera full-frame yang akan memberikan sudut pandang sama dengan panjang fokus aktual Anda pada sensor crop.

Rumus Sudut Pandang
text
FOV = 2 × arctan(Sensor Dimension / (2 × Focal Length))

Sudut pandang adalah jangkauan sudut adegan yang ditangkap kamera. Ini bergantung pada panjang fokus dan dimensi sensor pada arah tersebut.

Kalkulator pemuatan...
📚

Dokumentasi

Kalkulator Faktor Crop

Kalkulator faktor crop menunjukkan bagaimana ukuran sensor kamera mengubah panjang fokus efektif dan sudut pandang lensa dibandingkan dengan sensor full-frame (35 mm). Masukkan lebar dan tinggi sensor, atau pilih format umum, untuk memperoleh faktor crop, panjang fokus ekuivalen full-frame, serta sudut pandang horizontal dan vertikal.

Apa Itu Faktor Crop?

Faktor crop, yang juga disebut pengali panjang fokus, membandingkan ukuran diagonal sensor full-frame dengan diagonal sensor yang lebih kecil. Sensor full-frame berukuran 36 mm × 24 mm. Diagonalnya sekitar 43,27 mm. Sensor dengan diagonal lebih pendek memiliki faktor crop lebih besar dari 1.

Faktor crop yang lebih tinggi berarti sensor yang lebih kecil. Kamera dengan faktor crop 1,5× menangkap bagian pemandangan yang lebih sempit daripada kamera full-frame dengan lensa yang sama. Gambar tampak lebih diperbesar.

Rumus Faktor Crop

Faktor crop adalah diagonal sensor full-frame dibagi diagonal sensor itu sendiri. Setiap diagonal dihitung menggunakan teorema Pythagoras.

C=362+242w2+h2C = \frac{\sqrt{36² + 24²}}{\sqrt{w² + h²}}

dengan C adalah faktor crop, w lebar sensor, dan h tinggi sensor.

Lebar dan tinggi adalah dimensi sensor dalam milimeter. Bagian atas rumus, 362+242\sqrt{36² + 24²}, selalu sama dengan sekitar 43,27 mm, yaitu diagonal full-frame.

Contoh perhitungan

Ambil contoh sensor APS-C Nikon atau Sony, dengan lebar 23,5 mm dan tinggi 15,6 mm.

  1. Diagonal sensor: √(23,5² + 15,6²) = √(552,25 + 243,36) = √795,61 ≈ 28,21 mm
  2. Faktor crop: 43,27 / 28,21 ≈ 1,53×

Kalkulator membulatkan hasil ini menjadi 1,53x.

Cara Menghitung Panjang Fokus Ekuivalen

Panjang fokus ekuivalen adalah panjang fokus yang diperlukan kamera full-frame untuk menyamai sudut pandang lensa pada sensor yang lebih kecil. Panjang fokus sebenarnya dari lensa tidak berubah. Angka ini hanya menjelaskan perbandingan hasil pemotretan dengan foto full-frame.

fe=f×Cf_e = f \times C

dengan fef_e adalah panjang fokus ekuivalen, f panjang fokus aktual lensa, dan C faktor crop.

Contoh perhitungan

Lensa 50 mm pada sensor APS-C di atas menghasilkan:

50 × 1,5339 ≈ 76,7 mm panjang fokus ekuivalen.

Kalkulator mengalikan dengan faktor crop yang belum dibulatkan, 43,2666 / 28,2066 = 1,5339, sehingga menampilkan 76,7 mm. Jika dikalikan dengan 1,53 yang telah dibulatkan, hasilnya adalah 76,5 mm.

Lensa tersebut tetap merupakan lensa 50 mm. Lensa itu membingkai pemandangan seperti lensa 76,7 mm pada kamera full-frame.

Rumus Sudut Pandang

Sudut pandang adalah sudut pemandangan yang ditangkap lensa. Besarnya bergantung pada panjang fokus dan dimensi sensor yang diukur: lebar untuk sudut pandang horizontal, dan tinggi untuk sudut pandang vertikal.

θ=2arctan⁡(d2f)\theta = 2 \arctan\left(\frac{d}{2 f}\right)

dengan θ sebagai sudut pandang, d dimensi sensor, dan f panjang fokus.

Untuk lensa 50 mm yang sama pada sensor berukuran 23,5 mm × 15,6 mm:

  • Sudut pandang horizontal: 2 × arctan(23,5 / 100) ≈ 26,4°
  • Sudut pandang vertikal: 2 × arctan(15,6 / 100) ≈ 17,7°

Ukuran Sensor Kamera yang Umum

SensorDimensiFaktor crop
Full-frame (35 mm)36 × 24 mm1,0×
APS-C (Canon)22,3 × 14,9 mm1,6×
APS-C (Nikon/Sony)23,5 × 15,6 mm1,5×
Micro Four Thirds17,3 × 13 mm2,0×
1 inci13,2 × 8,8 mm2,7×
1/2.3-inch6,17 × 4,55 mm5,6×

Faktor crop dalam tabel ini adalah angka yang telah dibulatkan dan dipublikasikan oleh industri. Kalkulator menggunakan dimensi yang tepat, sehingga menampilkan 1,61× untuk APS-C Canon, 1,53× untuk APS-C Nikon/Sony, 2,00× untuk Micro Four Thirds, 2,73× untuk 1 inci, dan 5,64× untuk 1/2.3-inch.

Sensor APS-C Canon dan sensor APS-C dari merek lain memiliki ukuran yang hampir sama, tetapi tidak identik. Karena itu, faktor crop-nya sedikit berbeda: 1,6× untuk Canon dan sekitar 1,5× untuk Nikon, Sony, dan Fujifilm.

Sensor yang lebih kecil memiliki faktor crop yang lebih tinggi. Format 1 inci dan 1/2.3-inch, yang umum pada kamera kompak dan ponsel cerdas, berada jauh di atas 2×. Sensor yang lebih besar daripada full-frame memiliki faktor crop di bawah 1. Sensor format medium digital berukuran 44 × 33 mm memiliki diagonal 55 mm, sehingga faktor crop-nya adalah 43,27 / 55 ≈ 0,79×. Kalkulator menerima ukuran tersebut dan menggambar sensor yang lebih besar mengelilingi garis luar full-frame.

Full-Frame vs. Sensor Crop

Sensor yang lebih kecil tidak otomatis lebih buruk. Setiap ukuran memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Sensor crop memungkinkan fotografer menjangkau lebih jauh dengan lensa tertentu. Sensor yang lebih kecil hanya menggunakan bagian tengah lingkaran gambar lensa, yaitu area yang pada banyak lensa menghasilkan ketajaman terbaik. Kamera dan lensa sensor crop juga cenderung lebih kecil, lebih ringan, dan lebih murah daripada perangkat full-frame yang setara.

Sensor full-frame umumnya menghasilkan kinerja yang lebih baik dalam kondisi minim cahaya karena pikselnya yang lebih besar mengumpulkan lebih banyak cahaya. Sensor ini memudahkan terciptanya kedalaman bidang yang dangkal, yaitu tampilan latar belakang buram yang umum pada foto potret. Sensor tersebut juga memberikan sudut pandang yang lebih lebar pada panjang fokus tertentu, yang berguna untuk fotografi lanskap.

Faktor crop tidak mengubah pencahayaan. Apertur, kecepatan rana, dan ISO yang sama menghasilkan pencahayaan yang sama pada sensor dengan ukuran apa pun.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa arti faktor crop dalam fotografi? Faktor crop adalah perbandingan antara diagonal sensor full-frame dan diagonal sensor yang lebih kecil. Faktor ini menunjukkan seberapa besar sudut pandang lensa menyempit pada sensor yang lebih kecil tersebut dibandingkan dengan full-frame.

Apakah faktor crop yang lebih tinggi berarti pembesaran lebih besar? Tidak. Panjang fokus aktual dan optik lensa tetap sama. Faktor crop yang lebih tinggi hanya berarti sensor merekam bagian pemandangan yang lebih kecil, sehingga tampilannya mirip dengan penggunaan lensa yang lebih panjang pada kamera full-frame.

Apakah lensa full-frame dapat digunakan pada kamera sensor crop? Ya. Lensa tersebut tetap memproyeksikan lingkaran gambar penuh. Sensor crop hanya menangkap bagian tengahnya.

Apakah faktor crop memengaruhi kualitas gambar atau pencahayaan? Tidak. Pencahayaan bergantung pada apertur, kecepatan rana, dan ISO, bukan ukuran sensor. Kualitas gambar lebih banyak bergantung pada teknologi sensor, jumlah piksel, dan kualitas lensa daripada faktor crop.

Mengapa Canon dan Nikon mencantumkan faktor crop APS-C yang berbeda? Sensor APS-C mereka memiliki ukuran yang sedikit berbeda. Sensor Canon berukuran 22,3 × 14,9 mm (1,6×). Nikon, Sony, dan Fujifilm menggunakan sensor berukuran sekitar 23,5 × 15,6 mm (1,5×).

Apakah full-frame selalu merupakan pilihan yang lebih baik? Tidak untuk setiap situasi. Sensor crop menawarkan jangkauan lebih jauh per lensa, perangkat yang lebih kecil, dan biaya yang lebih rendah. Full-frame menawarkan kedalaman bidang yang lebih dangkal dan biasanya kinerja yang lebih baik dalam kondisi minim cahaya. Pilihan yang tepat bergantung pada jenis fotografi yang dilakukan.